Minggu, 19 Januari 2014

Soneta XVII

Pablo Neruda
Aku tak mencintaimu seolah-olah kau adalah
Serbuk mawar, atau batu topaz,
Atau panah anyelir yang  menyalakan api.
Aku mencintaimu seperti sesuatu dalam kegelapan
Yang harus dicintai, secara rahasia,
Di antara bayangan dan jiwa
Aku mencintaimu seperti tumbuhan
Yang tak pernah mekar
Tetapi membawa dalam dirinya sendiri cahaya
Dari bunga-bunga yang tersembunyi;
Terimakasih atas cintamu, suatu wewangian  padat,
Bermunculan dari dalam tanah,
Hidup secara gelap dalam tubuhku
Aku mencintaimu tanpa tahu
Mengapa, atau kapan, atau dari mana
Aku mencintaimu lurus,
Tanpa macam-macam, tanpa kebanggaan;
demikianlah aku mencintaimu
Karena aku tak tahu cara lainnya
Beginilah: dimana aku tiada, juga kau,
Begitu dekat sehingga tanganmu di dadaku
Adalah tanganku,
Begitu dengan sehingga ketika matamu terpejam
Aku pun terjatuh tertidur

Rabu, 08 Agustus 2012

mengapa masih ada hari ini?


Kau marah? Kau kecewa?
Aku juga marah, bahkan lebih kecewa dari kekecewaanmu. Ternyata ia selalu membuatku semakin cinta atas semua rahasia dan skenarinya. Dia tak ingin membuatku merasakan kekecewaan yang lebih sakit dari kemaren. Apa jika masih bersama aku akan bahagia? Bagaimana aku bisa bahagia jika aku mengetahui suatu saat nanti aku akan menangis?
Dia lebih menantimu, sedangkan aku lebih memilih untuk tidak menanti. Bahkan aku melepaskanmu. Dia mungkin lebih mencintaimu dibandingkan denganku. Bagaimana kalau maih tetap memilih bersamamu, tetapi suatu saat nanti kau akan berpaling dengannya yang lebih mencintaimu, yang lebih memperhatikanmu.  Bukan kah itu akan terasa lebih sakit. Lebih menyesakan dari yang kurasa saat kau mulai ingin bersamanya. Tuhan tidak memberikanku kekecewaan yang lebih dari ini. Atau mungkin ini sebuah proses untukku mendapatkan yang lebih sakit? Tapi yang aku rasak sekarang aku makin mencintainya karena scenario itu,
Dan untuk kau, berbahagialah. Tak usah pedulikan aku, karena aku bisa untuk kau lupakan.